Bandung, Orang Indonesia masih banyak yang tidak membiasakan diri meminum susu meskipun mengetahui manfaatnya bagi kesehatan. Salah satu penyebabnya adalah karena masih banyak beredar mitos-mitos yang keliru mengenai susu. Susu dianggap dapat menyebabkan kegemukan atau gangguan lain yang tak menyenangkan.
"Orang banyak yang takut meminum susu sapi karena takut gemuk. Bahkan beberapa orang menyebutkan minum susu bisa menyebabkan hiperkolesterol. Ada juga orang yang kemudian mengalami mual setelah minum susu," kata Dr Fiastuti Witjaksono, Sp.GK (K), Dokter Spesialis Gizi Klinik dalam acara Media Outing di Djadoel Village, Bandung, seperti ditulis Senin, (4/6/2012).
Mitos ini sungguh keliru. Kandungan kalori dalam susu hanya sekitar 60 kalori dalam 100 gram. Bahkan kandungan ini dapat lebih rendah lagi pada produk susu yang rendah lemak. Sebagai perbandingan, rata-rata orang memakan sekitar 1500-2000 kalori per hari. Maka asupan kalori yang diperoleh dari susu tak akan bisa membikin gemuk.
Menurut dr Fiastuti, orang banyak yang takut gemuk setelah meminum susu karena suka mengonsumi susu full cream. Susu full cream kandungan lemaknya lebih tinggi dibanding susu cair karena belum dipisahkan lemaknya. Sayangnya, proses pemisahan lemak inilah yang kemudian membuat harga susu cair lebih mahal.
Sedangkan untuk rasa mual yang dialami setelah minum susu, hal itu disebabkan adanya individu yang mengalami intoleransi laktosa, yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Penyebabnya adalah karena sejak kecil kurang terbiasa meminum susu sehingga enzim pencernaan yang berfungsi mengolah susu kurang berkembang dengan baik.
"Untuk mengatasinya, awali dengan minum susu yang tidak mengandung laktosa, kemudian meningkat menjadi yang rendah laktosa. Jika pencernaan sudah bisa mentolerir, maka baru bisa benar-benar mencerna susu biasa dengan kandungan laktosa yang tinggi," kata dr Fiastuti.
Selain itu, dr Fiastuti juga memberikan tips kepada orang yang memiliki intoleransi laktosa agar tetap mendapat asupan kalsium dari susu lewat yoghurt. Karena telah difermentasi, laktosa dalam yoghurt sudah diubah menjadi laktase yang mudah dicerna perut.
Comment : The right dosage drinking two to three glasses of milk per day. if not consumed in excess, does not result in increased body fat. Instead of fried foods and other sweet foods which make the body fat. But milk also can healthy body and organs in our bodies to become healthy and more enjoyable life. milk can not make us fat. because it is not so high calorie content. so that affects the body into fat foods could be that uses excess oil, so I think milk is also good for maintaining the health of our bodies. This is great information for us to understand. so we need not fear getting fat from drinking milk
Rabu, 06 Juni 2012
Makan Kulit Mangga Bisa Bantu Perangi Lemak
Jakarta, Biasanya orang mengupas kulit mangga ketika mengonsumsi buah yang satu ini. Ternyata kulit dari buah mangga ini bisa menjadi salah satu cara untuk membantu melawan lemak.
Para peneliti dari University of Queensland telah mengungkapkan bahwa mengonsumsi kulit dari 2 varietas umum mangga bisa efektif dalam perang melawan kelebihan lemak di tubuh.
Dalam studi ini peneliti menemukan ekstrak dari varietas kulit mangga Irwin dan Nam DOc Mai mengandung senyawa yang bisa menghambat adipogenesis yaitu proses penyimpanan sel-sel lemak.
"Sebuah interaksi yang kompleks dari senyawa bioaktif unik ini yang kemungkinan bertanggung jawab terhadap proses tersebut, jadi bukan berdasarkan komponen tunggal," ujar Profesor Greg Monteith, seperti dikutip dari MedIndia, Selasa (5/6/2012).
Prof Monteith yang merupakan peneliti utama dari studi ini menuturkan butuh penelitian lebih lanjut untuk berhasil mengidentifikasi molekul yang membantu memerangi proses penyimpanan lemak, serta mekanisme yang terjadi.
Lemak dari makanan akan diangkut ke usus masuk ke dalam darah yang mana nantinya bisa digunakan oleh otot yang memerlukan. Namun ternyata proses ini lebih cepat dibandingkan dengan yang selama ini diyakini banyak orang.
Dalam studi sebelumnya diketahui bahwa lemak dari makanan akan diangkut ke usus dan amsuk ke dalam darah yang nantinya bisa digunaka oleh otot yang memerlukan. Proses ini tergolong lebih cepat dari yang orang pikirkan.
Umumnya sistem penyimpanan lemak ini hanya bersifat sementara, lemak yang disimpan ini cepat ditarik untuk memberi makan otot. Namun jika mobilisasi atau bergeraknya kurang maka akumulasi lemak ini akan tetap dan menambah berat badan.
Comment : mango fruit is quite delicious with its sweet taste and look fresh color who have efficacy in mango fruit. a lot of people out there who has a big body or excessive fat. This article provides a solution to reduce a person's weight in order to reduce the fat in the body, but it can also beautify the skin of the mango for women. Mango fruit is very easy to obtain. To get the quality of a perfect mango, a focus on taste, not color. Choose fruit that slightly soft to the touch. Generally the fat storage system is only temporary. This stored fat quickly withdrawn to feed the muscle. However, if the mobilization or movement of eating less fat accumulation will be fixed and put on weight.
Para peneliti dari University of Queensland telah mengungkapkan bahwa mengonsumsi kulit dari 2 varietas umum mangga bisa efektif dalam perang melawan kelebihan lemak di tubuh.
Dalam studi ini peneliti menemukan ekstrak dari varietas kulit mangga Irwin dan Nam DOc Mai mengandung senyawa yang bisa menghambat adipogenesis yaitu proses penyimpanan sel-sel lemak.
"Sebuah interaksi yang kompleks dari senyawa bioaktif unik ini yang kemungkinan bertanggung jawab terhadap proses tersebut, jadi bukan berdasarkan komponen tunggal," ujar Profesor Greg Monteith, seperti dikutip dari MedIndia, Selasa (5/6/2012).
Prof Monteith yang merupakan peneliti utama dari studi ini menuturkan butuh penelitian lebih lanjut untuk berhasil mengidentifikasi molekul yang membantu memerangi proses penyimpanan lemak, serta mekanisme yang terjadi.
Lemak dari makanan akan diangkut ke usus masuk ke dalam darah yang mana nantinya bisa digunakan oleh otot yang memerlukan. Namun ternyata proses ini lebih cepat dibandingkan dengan yang selama ini diyakini banyak orang.
Dalam studi sebelumnya diketahui bahwa lemak dari makanan akan diangkut ke usus dan amsuk ke dalam darah yang nantinya bisa digunaka oleh otot yang memerlukan. Proses ini tergolong lebih cepat dari yang orang pikirkan.
Umumnya sistem penyimpanan lemak ini hanya bersifat sementara, lemak yang disimpan ini cepat ditarik untuk memberi makan otot. Namun jika mobilisasi atau bergeraknya kurang maka akumulasi lemak ini akan tetap dan menambah berat badan.
Comment : mango fruit is quite delicious with its sweet taste and look fresh color who have efficacy in mango fruit. a lot of people out there who has a big body or excessive fat. This article provides a solution to reduce a person's weight in order to reduce the fat in the body, but it can also beautify the skin of the mango for women. Mango fruit is very easy to obtain. To get the quality of a perfect mango, a focus on taste, not color. Choose fruit that slightly soft to the touch. Generally the fat storage system is only temporary. This stored fat quickly withdrawn to feed the muscle. However, if the mobilization or movement of eating less fat accumulation will be fixed and put on weight.
Gejala-gejala Orang Kena Usus Buntu
Jakarta, Usus buntu yang meradang biasanya ditemukan setelah kondisinya parah, padahal kondisi yang parah bisa mengancam kehidupan. Untuk itu kenali gejala-gejala dari radang usus buntu.
"Ini adalah penyakit yang sangat umum dan banyak orang kadang tidak menyadari gejala klasik yang muncul," ujar Michael Payne, MD, seorang gastroenterologist dari Cambridge Health Alliance, seperti dikutip dari Health, Selasa (5/6/2012).
Berikut ini adalah beberapa gejala yang biasa muncul pada usus buntu yang meradang dan sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter yaitu:
1. Rasa nyeri di pusar
Sakit usus buntu biasanya terjadi di sisi kanan bawah perut. Tapi tanda pertama biasanya ketidaknyamanan di dekat pusar yang kemudian pindah ke perut bagian bawah kanan. Pada beberapa orang termasuk anak dan wanita hamil mungkin rasa sakitnya di berbagai bagian perut. Serta rasa sakit akan memburuk jika memindahkan kaki, batuk, bersin atau tersentak saat berkendara.
2. Rasa nyeri cepat memburuk
Dr Payne menuturkan rasa sakit di bagian bawah perut ini bisa sangat intens, bahkan pada kasus yang cukup parah bisa membangunkan orang yang sedang tidur. Setelah itu tingkat keparahan nyeri akan meningkat dengan cepat, beberapa orang hanya dalam waktu hitungan jam.
3. Demam dan menggigil
Gejala usus buntu bisa meniru orang sakit perut yang disertai dengan demam, menggigil dan gemetar. Tapi jika demam lebih dari 39 derajat celsius dan disertai nyeri perut parah yang bisa membuat orang tidak dapat berdiri, ada kemungkinan itu usus buntu.
4. Mual, muntah dan kehilangan nafsu makan
Pasien bisa memiliki nafsu makan rendah selama beberapa hari yang disertai mual dan muntah ringan. Jika membaik setelah 1-2 hari maka kemungkinan bukan usus buntu. Tapi jika memburuk dan disertai dengan demam serta nyeri kanan bawah sebaiknya segera mencari bantuan medis.
5. Konstipasi (sembelit) atau diare
Seperti banyak gejala lain, kondisi ini akan terjadi setelah orang mengalami sakit perut. Jika diare yang disertai dengan banyak lendir dan sakit perut kanan bawah, pergilah ke dokter.
6. Perut kembung dan gas
Jika pergi tidur dalam keadaan baik tapi bangun tidur dengan rasa sakit, sebaiknya berhati-hati. Serta jika perut sering merasa kembung dan penuh gas tapi mengalami kesulitan buang gas dan nyeri usus.
7. Sakit saat melepaskan tekanan di bagian kanan bawah perut
Dr Payne menuturkan ketika seseorang menekan bagian bawah perut dan merasa sakit saat melepaskan tekanan, sebaiknya tidak melakukannya lagi dan periksakan ke dokter karena kemungkinan terkait radang usus buntu. Terutama jika rasa sakit ini disertai dengan demam, mual atau gejala lain.
Comment : The appendix is one type of disease that often attacks a person. the appendix is more likely to attack someone who likes to eat spicy food. Because the appendix is blocked by chili beans or tomato seeds that go into the appendix. The appendix also known as appendicitis. While The appendix is an intestinal channels that is completely clogged. Size about the human little finger a finger, located on the lower right abdomen and linked directly to the colon. Eating chili with seeds or seed meal with its guava, can also cause inflammation of the appendix. That is because the seeds of the fruit can not be digested properly. Cause it is not wrong if The appendix is one of them to eat chili. should be more careful for those who like spicy food. Remains the health conscious you
"Ini adalah penyakit yang sangat umum dan banyak orang kadang tidak menyadari gejala klasik yang muncul," ujar Michael Payne, MD, seorang gastroenterologist dari Cambridge Health Alliance, seperti dikutip dari Health, Selasa (5/6/2012).
Berikut ini adalah beberapa gejala yang biasa muncul pada usus buntu yang meradang dan sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter yaitu:
1. Rasa nyeri di pusar
Sakit usus buntu biasanya terjadi di sisi kanan bawah perut. Tapi tanda pertama biasanya ketidaknyamanan di dekat pusar yang kemudian pindah ke perut bagian bawah kanan. Pada beberapa orang termasuk anak dan wanita hamil mungkin rasa sakitnya di berbagai bagian perut. Serta rasa sakit akan memburuk jika memindahkan kaki, batuk, bersin atau tersentak saat berkendara.
2. Rasa nyeri cepat memburuk
Dr Payne menuturkan rasa sakit di bagian bawah perut ini bisa sangat intens, bahkan pada kasus yang cukup parah bisa membangunkan orang yang sedang tidur. Setelah itu tingkat keparahan nyeri akan meningkat dengan cepat, beberapa orang hanya dalam waktu hitungan jam.
3. Demam dan menggigil
Gejala usus buntu bisa meniru orang sakit perut yang disertai dengan demam, menggigil dan gemetar. Tapi jika demam lebih dari 39 derajat celsius dan disertai nyeri perut parah yang bisa membuat orang tidak dapat berdiri, ada kemungkinan itu usus buntu.
4. Mual, muntah dan kehilangan nafsu makan
Pasien bisa memiliki nafsu makan rendah selama beberapa hari yang disertai mual dan muntah ringan. Jika membaik setelah 1-2 hari maka kemungkinan bukan usus buntu. Tapi jika memburuk dan disertai dengan demam serta nyeri kanan bawah sebaiknya segera mencari bantuan medis.
5. Konstipasi (sembelit) atau diare
Seperti banyak gejala lain, kondisi ini akan terjadi setelah orang mengalami sakit perut. Jika diare yang disertai dengan banyak lendir dan sakit perut kanan bawah, pergilah ke dokter.
6. Perut kembung dan gas
Jika pergi tidur dalam keadaan baik tapi bangun tidur dengan rasa sakit, sebaiknya berhati-hati. Serta jika perut sering merasa kembung dan penuh gas tapi mengalami kesulitan buang gas dan nyeri usus.
7. Sakit saat melepaskan tekanan di bagian kanan bawah perut
Dr Payne menuturkan ketika seseorang menekan bagian bawah perut dan merasa sakit saat melepaskan tekanan, sebaiknya tidak melakukannya lagi dan periksakan ke dokter karena kemungkinan terkait radang usus buntu. Terutama jika rasa sakit ini disertai dengan demam, mual atau gejala lain.
Comment : The appendix is one type of disease that often attacks a person. the appendix is more likely to attack someone who likes to eat spicy food. Because the appendix is blocked by chili beans or tomato seeds that go into the appendix. The appendix also known as appendicitis. While The appendix is an intestinal channels that is completely clogged. Size about the human little finger a finger, located on the lower right abdomen and linked directly to the colon. Eating chili with seeds or seed meal with its guava, can also cause inflammation of the appendix. That is because the seeds of the fruit can not be digested properly. Cause it is not wrong if The appendix is one of them to eat chili. should be more careful for those who like spicy food. Remains the health conscious you
Langsung Sikat Gigi Setelah Makan Bisa Merusak Gigi
Jakarta, Karena takut bakteri dalam mulut berkembangbiak, tidak sedikit orang yang langsung menyikat gigi setelah makan. Tapi sebaiknya jangan terburu-buru menyikat gigi, karena langsung menyikat gigi setelah makan bisa sangat merusak gigi.
Bahkan menyikat gigi 20 menit setelah makan pun masih dapat menyebabkan korosi gigi. Setidaknya, tunggulah 1 jam setelah makan untuk menyikat gigi, ini bisa melindungi gigi dari pengikisan.
Selain terlalu terburu-buru menyikat gigi, saking takutnya sakit gigi banyak orang yang menyikat gigi lebih dari yang direkomendasikan, terutama setelah makan. Namun dokter gigi memperingatkan kebiasaan ini bisa membahayakan.
Menyikat gigi dalam setengah jam setelah makan atau minum kopi bisa membuat gigi Anda mengalami kerusakan parah, terlebih setelah minum minuman bersoda atau asam. Asam dapat 'membakar' enamel gigi dan lapisan dibawahnya yang disebut dentin.
Menyikat gigi di waktu yang salah, terutama di 20 menit setelah makan, dapat mendorong asam yang lebih tinggi dalam gigi, yang menyebabkan korosi atau pengikisan terjadi lebih cepat dari pembusukan gigi.
"Dengan buru-buru menyikat gigi (setelah makan), Anda benar-benar bisa mendorong asam lebih banyak dalam enamel dan dentin," jelas Dr Howard R. Gamble, presiden dari Academy of General Dentistry pada New York Times, seperti dilansir Dailymail, Selasa (5/6/2012).
Penelitian juga telah menunjukkan bahwa gigi dapat mengalami korosi lebih cepat jika disikat pada setengah jam atau kurang setelah minum minuman asam.
Comment : Its best after we eat the recommended to brush your teeth. when brushing your teeth faster a half hour or so after eating or drinking acidic beverages will cause corrosion or erosion of the teeth. many people brushing their teeth more than the recommended amount each day, especially after eating. They thought, brushed your teeth more often the better for cleanliness and health, but this is different from the response from the dentist, either because they do not brush your teeth after eating especially drinking acid drinks and soda. This article is very good at providing information about health, especially in dental health. besides that we also can tell to your friends and family so as not to brush your teeth after meals.
Bahkan menyikat gigi 20 menit setelah makan pun masih dapat menyebabkan korosi gigi. Setidaknya, tunggulah 1 jam setelah makan untuk menyikat gigi, ini bisa melindungi gigi dari pengikisan.
Selain terlalu terburu-buru menyikat gigi, saking takutnya sakit gigi banyak orang yang menyikat gigi lebih dari yang direkomendasikan, terutama setelah makan. Namun dokter gigi memperingatkan kebiasaan ini bisa membahayakan.
Menyikat gigi dalam setengah jam setelah makan atau minum kopi bisa membuat gigi Anda mengalami kerusakan parah, terlebih setelah minum minuman bersoda atau asam. Asam dapat 'membakar' enamel gigi dan lapisan dibawahnya yang disebut dentin.
Menyikat gigi di waktu yang salah, terutama di 20 menit setelah makan, dapat mendorong asam yang lebih tinggi dalam gigi, yang menyebabkan korosi atau pengikisan terjadi lebih cepat dari pembusukan gigi.
"Dengan buru-buru menyikat gigi (setelah makan), Anda benar-benar bisa mendorong asam lebih banyak dalam enamel dan dentin," jelas Dr Howard R. Gamble, presiden dari Academy of General Dentistry pada New York Times, seperti dilansir Dailymail, Selasa (5/6/2012).
Penelitian juga telah menunjukkan bahwa gigi dapat mengalami korosi lebih cepat jika disikat pada setengah jam atau kurang setelah minum minuman asam.
Comment : Its best after we eat the recommended to brush your teeth. when brushing your teeth faster a half hour or so after eating or drinking acidic beverages will cause corrosion or erosion of the teeth. many people brushing their teeth more than the recommended amount each day, especially after eating. They thought, brushed your teeth more often the better for cleanliness and health, but this is different from the response from the dentist, either because they do not brush your teeth after eating especially drinking acid drinks and soda. This article is very good at providing information about health, especially in dental health. besides that we also can tell to your friends and family so as not to brush your teeth after meals.
Rabu, 11 April 2012
Soal TOEFL dan Pembahasannya
1. This university’s program ______________those of Harvard.
(A) Come second after
(B) Are second only to
(C) Are first except for
(D) Are in second place from
Answer : (B) Are Second only to
Grammar : present progressive tense
2. The more she worked, ________________
(A) The less she achieved
(B) She did not achieve enough
(C) She achieved not enough
(D) She was achieving less
Answer : (A) the less she achieved
Grammar : Derivation
3. _________________ the best car to buy is a Mercedes Benz.
(A) Because of its durability and economy
(B) Because it lasts a long time, and it is very economical
(C) Because of its durability and it is economical
(D) Because durably and economy wise it is better than all the others.
Answer : (A) because of its durability and economy
Grammar : Adverbial clause of Reason
4. When James arrived home after a hard day at work, ___________________
(A) His wife was sleeping
(B) His wife slept
(C) His wife has slept
(D) His wife has been sleeping
Answer : (A) His wife was sleeping
Grammar : Gerund
5. It was not until she arrived in class ______________ realized she had forgotten her book.
(A) And she
(B) When she
(C) She
(D) That she
Answer : (D) that she
Grammar : Noun Clause
6. Tony would have studied medicine if he __________ to a medical school.
(A) Could be enter
(B) Had been admitted
(C) Was admitted
(D) Were admitted
Answer : (B) had been admitted
Grammar : Derivation
7. He entered a university _________________________
(A) When he had sixteen years
(B) When sixteen years were his age
(C) At the age of sixteen
(D) At age sixteen years old
Answer : (C) at the age of sixteen
Grammar : prepositions of time
8. The jurors were told to _________________________
(A) Talk all they wanted
(B) Make lots of experiences
(C) Speak freely
(D) Much less
Answer : (C) speak freely
Grammar : degrees of comparison
9. Those students do not like to read novels _______________ text books.
(A) In any case
(B) Forgetting about
(C) Leaving out the questions
(D) Much less
Answer : (D) much less
Grammar : clause of contrast
10. He _____________ looked forward to the new venture.
(A) Eagerly
(B) With great eagerness
(C) Eagernessly
(D) In a state of increasing eagerness
Answer : (A) eagerly
Grammar : degrees of comparison
11. With the passing of time and the encroachment of people, the habitat of gorillas ______ to decrease.
(A) Continuing
(B) Which continue
(C) Continues
(D) That it has continued
Answer : (C) continues
Grammar : simple present tense
12. Despite being basically arboreal in nature, koalas ________ to inhabit a specific territory and range of some 30 square miles.
(A) Knowing
(B) Which know
(C) Are knowing
(D) Are known
Answer : (D) are known
Grammar : simple past tense
13. Before starting on a sea voyage, prudent navigators learn the sea charts, __, and memorize lighthouse locations to prepare themselves for any conditions they might encounter.
(A) Sailing directions are studied
(B) Study the sailing directions
(C) To direct sailing studies
(D) Studies direct sailing
Answer : (B) Study the sailing studies
Grammar : Gerund
14. Plankton, ______, is the basic foodstuff for everything that lives in the ocean.
(A) Comprise both minute marine animals and plants
(B) Is the name given to minute marine animals and plants
(C) The collective name for minute marine animals and plants
(D) Minute marine animals and plants collectively that
Answer : (C) the collective name for minute marine animals and plants
Grammar : Noun Modifier
15. At the Seventh International Ballet Competitions, Fernando Bujones won the first gold medal ever _________ to a United States male dancer.
(A) To be awarded
(B) To awards
(C) That awards
(D) Should be awarding
Answer : (A) to be awarded
Grammar : infinitive
(A) Come second after
(B) Are second only to
(C) Are first except for
(D) Are in second place from
Answer : (B) Are Second only to
Grammar : present progressive tense
2. The more she worked, ________________
(A) The less she achieved
(B) She did not achieve enough
(C) She achieved not enough
(D) She was achieving less
Answer : (A) the less she achieved
Grammar : Derivation
3. _________________ the best car to buy is a Mercedes Benz.
(A) Because of its durability and economy
(B) Because it lasts a long time, and it is very economical
(C) Because of its durability and it is economical
(D) Because durably and economy wise it is better than all the others.
Answer : (A) because of its durability and economy
Grammar : Adverbial clause of Reason
4. When James arrived home after a hard day at work, ___________________
(A) His wife was sleeping
(B) His wife slept
(C) His wife has slept
(D) His wife has been sleeping
Answer : (A) His wife was sleeping
Grammar : Gerund
5. It was not until she arrived in class ______________ realized she had forgotten her book.
(A) And she
(B) When she
(C) She
(D) That she
Answer : (D) that she
Grammar : Noun Clause
6. Tony would have studied medicine if he __________ to a medical school.
(A) Could be enter
(B) Had been admitted
(C) Was admitted
(D) Were admitted
Answer : (B) had been admitted
Grammar : Derivation
7. He entered a university _________________________
(A) When he had sixteen years
(B) When sixteen years were his age
(C) At the age of sixteen
(D) At age sixteen years old
Answer : (C) at the age of sixteen
Grammar : prepositions of time
8. The jurors were told to _________________________
(A) Talk all they wanted
(B) Make lots of experiences
(C) Speak freely
(D) Much less
Answer : (C) speak freely
Grammar : degrees of comparison
9. Those students do not like to read novels _______________ text books.
(A) In any case
(B) Forgetting about
(C) Leaving out the questions
(D) Much less
Answer : (D) much less
Grammar : clause of contrast
10. He _____________ looked forward to the new venture.
(A) Eagerly
(B) With great eagerness
(C) Eagernessly
(D) In a state of increasing eagerness
Answer : (A) eagerly
Grammar : degrees of comparison
11. With the passing of time and the encroachment of people, the habitat of gorillas ______ to decrease.
(A) Continuing
(B) Which continue
(C) Continues
(D) That it has continued
Answer : (C) continues
Grammar : simple present tense
12. Despite being basically arboreal in nature, koalas ________ to inhabit a specific territory and range of some 30 square miles.
(A) Knowing
(B) Which know
(C) Are knowing
(D) Are known
Answer : (D) are known
Grammar : simple past tense
13. Before starting on a sea voyage, prudent navigators learn the sea charts, __, and memorize lighthouse locations to prepare themselves for any conditions they might encounter.
(A) Sailing directions are studied
(B) Study the sailing directions
(C) To direct sailing studies
(D) Studies direct sailing
Answer : (B) Study the sailing studies
Grammar : Gerund
14. Plankton, ______, is the basic foodstuff for everything that lives in the ocean.
(A) Comprise both minute marine animals and plants
(B) Is the name given to minute marine animals and plants
(C) The collective name for minute marine animals and plants
(D) Minute marine animals and plants collectively that
Answer : (C) the collective name for minute marine animals and plants
Grammar : Noun Modifier
15. At the Seventh International Ballet Competitions, Fernando Bujones won the first gold medal ever _________ to a United States male dancer.
(A) To be awarded
(B) To awards
(C) That awards
(D) Should be awarding
Answer : (A) to be awarded
Grammar : infinitive
Jumat, 13 Januari 2012
Manajemen Keuangan:Masalah Utama UKM di Jawa Barat
Tugas Individu
Manajemen Keuangan:Masalah Utama UKM di Jawa Barat
Tugas Bahasa Indonesia
Disusun Oleh :
Nama : Jefry Andica
Kelas : 3 EB 17
NPM : 26209583
Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi
Universitas Gunadarma
2011
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
UKM memiliki potensi besar, ditunjukkan dengan kemampuannya bertahan dalam menghadapi
badai krisis keuangan dan ekonomi yang menimpa Indonesia sejak medio tahun 1997. Hal ini
juga membuktikan bahwa UKM merupakan salah satu pelaku ekonomi yang kuat dan ulet.
Meskipun demikian UKM tidak terlepas dari dampak gejolak pasar dan keambrukan sistem
perbankan nasional. Diperkirakan di masa depan UKM akan cukup berhasil menyesuaikan diri
dengan lingkungan ekonomi yang cepat berubah dan dapat meningkatkan posisi daya saing
bukan hanya dalam pasar lokal tetapi juga dalam mendorong aktivitas ekspor yang pada akhirnya akan lebih mendorong
pengembangan perekonomian daerah. Pemulihan ekonomi dalam perekonomian
daerah akan lebih cepat tercapai apabila peran UKM dapat lebih ditingkatkan
dan berbagai kendala internal yang melilit UKM seperti perkreditan dan
permodalan dapat dicarikan solusi yang pas dan akurat.
Perkreditan dan permodalan bagi pengembangan UKM sering menjadi kendala,
karena UKM sangat terbatas kemampuannya untuk mengakseskan terhadap
lembaga perkreditan atau perbankan.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sebagai berikut:
a. Menganalisis jenis program perkreditan dan perkuatan permodalan usaha
kecil dan menengah
b. Menganalisis dampak program perkreditan dan perkuatan permodalan UKM terhadap perekonomian daerah Jawa Barat.
c. Menganalisis kinerja usaha kecil dan menengah yang sudah memperoleh program perkreditan dan perkuatan permodalan.
C. Metode Penulisan
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah bukan penelitian lapangan, yaitu metode penelitian perpustakaan.
BAB. II PEMBAHASAN
A. Definisi Usaha Kecil Menengah
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut.
Permasalahan utama UKM saat ini terutama terkait dengan kesulitan dalam hal permodalan dan pemasaran. Tetapi disisi lain media masa selalu memberitakan tentang terserapnya penyaluran kredit ke UKM dalam nilai yang cukup besar. Dalam pemberitaan perlu pula dibedakan antara UKM yang melakukan kegiatan produksi (produktif) dan yang tidak melakukan kegiatan produksi (jasa perdagangan). Karena kebutuhan dan penanganannya juga berbeda. Tulisan ini akan fokus kepada UKM produktif. Sehingga perlu ditelusuri keberhasilan dalam menyalurkan kredit UKM produktif tersebut, terutama kemajuan setelah menerima kredit, agar tampak apakah kredit yang diterima UKM tersebut memang digunakan untuk kegiatan produktif atau konsumtif.
B. Potensi dan Kontribusi UKM terhadap Perekonomian
Usaha kecil dan menengah (UKM) memegang peranan penting dalam ekonomi Indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha (establishment) maupun dari segi penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BPS dan Kantor Menteri Negara untuk Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menegkop & UKM), usaha-usaha kecil termasuk usaha-usaha rumah tangga atau mikro (yaitu usaha dengan jumlah total penjualan (turn over) setahun yang kurang dari Rp. 1 milyar), pada tahun 2000 meliputi 99,9 persen dari total usaha-usaha yang bergerak di Indonesia. Sedangkan usaha-usaha menengah (yaitu usaha-usaha dengan total penjualan tahunan yang berkisar antara Rp. 1 Milyar dan Rp. 50 Milyar) meliputi hanya 0,14 persen dari jumlah total usaha. Dengan demikian, potensi UKM sebagai keseluruhan meliputi 99,9 per sen dari jumlah total usaha yang bergerak di Indonesia.
Besarnya peran UKM ini mengindikasikan bahwa UKM merupakan sektor usaha dominan dalam menyerap tenaga kerja. Berdasarkan survei yang dilakukan BPS (2000), pad a tahun 1999 usaha-usaha kecil (termasuk usaha rumah tangga) mempekerjakan 88,7 persen dari seluruh angkatan kerja Indonesia., sedangkan usaha menengah mempekerjakan sebanyak 10,7 persen. Ini berarti bahwa UKM mempekerjakan sebanyak 99,4 persen dari seluruh angkatan kerja Indonesia. Disamping ini nilai tambah bruto total yang dihasilkan usaha-usaha kecil secara keseluruhan meliputi 41,9 per sen dari Produk Domestik Bruto (POB) Indonesia pad a tahun 1999, sedangkan usaha-usaha menengah secara keseluruhan menghasilkan 17,5 persen dari POB (Iihat juga Thee Kian Wie, 2001). Dengan demikian, nilai tambah bruto total yang dihasilkan UKM secara keseluruhan hampir sebesar 60 persen dari POB (TabeI1).
Tabel1. Jumlah tenaga kerja dan kontribusi UKM pada PDB, 1999
Usaha Kecil
(termasuk mikro) Usaha
Menengah Usaha Kecil
Dan Menengah Usaha
Besar Total
Jumlah Usaha 36.761.689
(99.85%) 51.889
(0.14%) 36.813.588
(99.99%) 1831
(0.01%) 36.816.409
(100.0%)
C. Masalah Utama UKM di Jawa Barat
Beberapa hal yang menjadi pokok permasalahan bagi UKM di daerah Jawa Barat yaitu:
1. Kesulitan akses ke bank dikarenakan ketidakmampuan dalam hal menyediakan persyaratan agar bankable. Sebetulnya Bank Indonesia telah membentuk P3UKM yang membantu UKM agar dapat lebih mudak akses ke bank. Tetapi kenyataannya tidak semua UKM dapat memenuhi persyaratan collateral.Artinya masih lebih banyak UKM yang belum terjaring.
2. Ketidak tahuan UKM terhadap cara memperoleh dana dari sumber-sumber lain selain perbankan, yang dapat menjadi alternatif pembiayaan .
3. Keterbatasan SDM . Untuk Usaha Mikro dan Kecil pada umumnya pemilik masih melakukan semua kegiatan sendiri atau dibantu beberapa pegawai seperti produksi atau pengawasan produksi, sehingga mencari pasar menjadi terbengkalai.
4. Standarisasi produk lemah, hal ini menyebabkan pesanan dikembalikan (retur) dikarenakan kualitas produk yang dihasilkan spesifikasinya tidak sesuai dengan pada saat pesan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas maka masalah utama UKM tersebut menjadi sangat berarti mengingat permodalan terkait dengan berlangsungnya proses produksi sedangkan pemasaran terkait dengan bagaimana produk yang dihasilkan laku terjual agar UKM dapat terus berproduksi, sehingga diperlukan usaha-usaha yang fokus untuk menyelesaikan hambatan-hambatan tersebut. Adapun hambatan dalam berproduksi agar UKM dapat menghasilkan produk yang berkualitas dapat diberikan dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang penanganannya lebih mudah dibandingkan dengan hambatan permodalan dan pemasaran. Dalam hal ini dituntut komitmen bila ingin membantu UKM , jangan hanya setengah-setengah mengingat keterbatasan UKM. Diperlukan bantuan lengkap hingga UKM siap mandiri.
B. Saran
Beberapa solusi yang dapat ditawarkan adalah:
1. Adanya pembinaan (monitoring dan evaluasi) pasca penyaluran dana oleh perbankan atau instansi lainnya untuk meyakinkan keberhasilan dan ketepatan penyaluran
2. Untuk permodalan perlu dikembangkan mekanisme pembiayaan lain bagi UKM yang butuh dana cepat dan pinjaman dalam waktu pendek (1-3) bln.Sebagai dasar pertimbangan pemberian dana bisa digunakan data histori penjualan selama 1-3 tahun kebelakang,
3. Untuk pemasaran perlu dikembangkannya pusat perdagangan nasional yang memungkinkan ekspor-impor antar daerah serta mengembangkan marketing intelligence bagi produk siap ekspor di berbagai tingkatan daerah ,di tingkat kabupaten /kota/provinsi oleh dinas indag atau di tingkat nasional dan internasional oleh departemen perdagangan.
BAB IV DAFTAR PUSTAKA
Kasmir, SE, MM 1998. Bank dan Lembaga Keuangan lainnya. PT. RajaGrafindo Persada,
Jakarta
Manajemen Keuangan:Masalah Utama UKM di Jawa Barat
Tugas Bahasa Indonesia
Disusun Oleh :
Nama : Jefry Andica
Kelas : 3 EB 17
NPM : 26209583
Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi
Universitas Gunadarma
2011
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
UKM memiliki potensi besar, ditunjukkan dengan kemampuannya bertahan dalam menghadapi
badai krisis keuangan dan ekonomi yang menimpa Indonesia sejak medio tahun 1997. Hal ini
juga membuktikan bahwa UKM merupakan salah satu pelaku ekonomi yang kuat dan ulet.
Meskipun demikian UKM tidak terlepas dari dampak gejolak pasar dan keambrukan sistem
perbankan nasional. Diperkirakan di masa depan UKM akan cukup berhasil menyesuaikan diri
dengan lingkungan ekonomi yang cepat berubah dan dapat meningkatkan posisi daya saing
bukan hanya dalam pasar lokal tetapi juga dalam mendorong aktivitas ekspor yang pada akhirnya akan lebih mendorong
pengembangan perekonomian daerah. Pemulihan ekonomi dalam perekonomian
daerah akan lebih cepat tercapai apabila peran UKM dapat lebih ditingkatkan
dan berbagai kendala internal yang melilit UKM seperti perkreditan dan
permodalan dapat dicarikan solusi yang pas dan akurat.
Perkreditan dan permodalan bagi pengembangan UKM sering menjadi kendala,
karena UKM sangat terbatas kemampuannya untuk mengakseskan terhadap
lembaga perkreditan atau perbankan.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sebagai berikut:
a. Menganalisis jenis program perkreditan dan perkuatan permodalan usaha
kecil dan menengah
b. Menganalisis dampak program perkreditan dan perkuatan permodalan UKM terhadap perekonomian daerah Jawa Barat.
c. Menganalisis kinerja usaha kecil dan menengah yang sudah memperoleh program perkreditan dan perkuatan permodalan.
C. Metode Penulisan
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah bukan penelitian lapangan, yaitu metode penelitian perpustakaan.
BAB. II PEMBAHASAN
A. Definisi Usaha Kecil Menengah
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut.
Permasalahan utama UKM saat ini terutama terkait dengan kesulitan dalam hal permodalan dan pemasaran. Tetapi disisi lain media masa selalu memberitakan tentang terserapnya penyaluran kredit ke UKM dalam nilai yang cukup besar. Dalam pemberitaan perlu pula dibedakan antara UKM yang melakukan kegiatan produksi (produktif) dan yang tidak melakukan kegiatan produksi (jasa perdagangan). Karena kebutuhan dan penanganannya juga berbeda. Tulisan ini akan fokus kepada UKM produktif. Sehingga perlu ditelusuri keberhasilan dalam menyalurkan kredit UKM produktif tersebut, terutama kemajuan setelah menerima kredit, agar tampak apakah kredit yang diterima UKM tersebut memang digunakan untuk kegiatan produktif atau konsumtif.
B. Potensi dan Kontribusi UKM terhadap Perekonomian
Usaha kecil dan menengah (UKM) memegang peranan penting dalam ekonomi Indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha (establishment) maupun dari segi penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BPS dan Kantor Menteri Negara untuk Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menegkop & UKM), usaha-usaha kecil termasuk usaha-usaha rumah tangga atau mikro (yaitu usaha dengan jumlah total penjualan (turn over) setahun yang kurang dari Rp. 1 milyar), pada tahun 2000 meliputi 99,9 persen dari total usaha-usaha yang bergerak di Indonesia. Sedangkan usaha-usaha menengah (yaitu usaha-usaha dengan total penjualan tahunan yang berkisar antara Rp. 1 Milyar dan Rp. 50 Milyar) meliputi hanya 0,14 persen dari jumlah total usaha. Dengan demikian, potensi UKM sebagai keseluruhan meliputi 99,9 per sen dari jumlah total usaha yang bergerak di Indonesia.
Besarnya peran UKM ini mengindikasikan bahwa UKM merupakan sektor usaha dominan dalam menyerap tenaga kerja. Berdasarkan survei yang dilakukan BPS (2000), pad a tahun 1999 usaha-usaha kecil (termasuk usaha rumah tangga) mempekerjakan 88,7 persen dari seluruh angkatan kerja Indonesia., sedangkan usaha menengah mempekerjakan sebanyak 10,7 persen. Ini berarti bahwa UKM mempekerjakan sebanyak 99,4 persen dari seluruh angkatan kerja Indonesia. Disamping ini nilai tambah bruto total yang dihasilkan usaha-usaha kecil secara keseluruhan meliputi 41,9 per sen dari Produk Domestik Bruto (POB) Indonesia pad a tahun 1999, sedangkan usaha-usaha menengah secara keseluruhan menghasilkan 17,5 persen dari POB (Iihat juga Thee Kian Wie, 2001). Dengan demikian, nilai tambah bruto total yang dihasilkan UKM secara keseluruhan hampir sebesar 60 persen dari POB (TabeI1).
Tabel1. Jumlah tenaga kerja dan kontribusi UKM pada PDB, 1999
Usaha Kecil
(termasuk mikro) Usaha
Menengah Usaha Kecil
Dan Menengah Usaha
Besar Total
Jumlah Usaha 36.761.689
(99.85%) 51.889
(0.14%) 36.813.588
(99.99%) 1831
(0.01%) 36.816.409
(100.0%)
C. Masalah Utama UKM di Jawa Barat
Beberapa hal yang menjadi pokok permasalahan bagi UKM di daerah Jawa Barat yaitu:
1. Kesulitan akses ke bank dikarenakan ketidakmampuan dalam hal menyediakan persyaratan agar bankable. Sebetulnya Bank Indonesia telah membentuk P3UKM yang membantu UKM agar dapat lebih mudak akses ke bank. Tetapi kenyataannya tidak semua UKM dapat memenuhi persyaratan collateral.Artinya masih lebih banyak UKM yang belum terjaring.
2. Ketidak tahuan UKM terhadap cara memperoleh dana dari sumber-sumber lain selain perbankan, yang dapat menjadi alternatif pembiayaan .
3. Keterbatasan SDM . Untuk Usaha Mikro dan Kecil pada umumnya pemilik masih melakukan semua kegiatan sendiri atau dibantu beberapa pegawai seperti produksi atau pengawasan produksi, sehingga mencari pasar menjadi terbengkalai.
4. Standarisasi produk lemah, hal ini menyebabkan pesanan dikembalikan (retur) dikarenakan kualitas produk yang dihasilkan spesifikasinya tidak sesuai dengan pada saat pesan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas maka masalah utama UKM tersebut menjadi sangat berarti mengingat permodalan terkait dengan berlangsungnya proses produksi sedangkan pemasaran terkait dengan bagaimana produk yang dihasilkan laku terjual agar UKM dapat terus berproduksi, sehingga diperlukan usaha-usaha yang fokus untuk menyelesaikan hambatan-hambatan tersebut. Adapun hambatan dalam berproduksi agar UKM dapat menghasilkan produk yang berkualitas dapat diberikan dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang penanganannya lebih mudah dibandingkan dengan hambatan permodalan dan pemasaran. Dalam hal ini dituntut komitmen bila ingin membantu UKM , jangan hanya setengah-setengah mengingat keterbatasan UKM. Diperlukan bantuan lengkap hingga UKM siap mandiri.
B. Saran
Beberapa solusi yang dapat ditawarkan adalah:
1. Adanya pembinaan (monitoring dan evaluasi) pasca penyaluran dana oleh perbankan atau instansi lainnya untuk meyakinkan keberhasilan dan ketepatan penyaluran
2. Untuk permodalan perlu dikembangkan mekanisme pembiayaan lain bagi UKM yang butuh dana cepat dan pinjaman dalam waktu pendek (1-3) bln.Sebagai dasar pertimbangan pemberian dana bisa digunakan data histori penjualan selama 1-3 tahun kebelakang,
3. Untuk pemasaran perlu dikembangkannya pusat perdagangan nasional yang memungkinkan ekspor-impor antar daerah serta mengembangkan marketing intelligence bagi produk siap ekspor di berbagai tingkatan daerah ,di tingkat kabupaten /kota/provinsi oleh dinas indag atau di tingkat nasional dan internasional oleh departemen perdagangan.
BAB IV DAFTAR PUSTAKA
Kasmir, SE, MM 1998. Bank dan Lembaga Keuangan lainnya. PT. RajaGrafindo Persada,
Jakarta
Kamis, 12 Januari 2012
peranan mahasisawa dalam pembangunan daerah
Tugas Individu
Peranan Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah
Tugas Bahasa Indonesia
Disusun Oleh :
Nama : Jefry Andica
Kelas : 3EB17
NPM : 26209538
Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi
Universitas Gunadarma
2011
Kata Pengantar
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Karya Ilmiah Bahasa Indonesia ini.
Karya Ilmiah Ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Peranan Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah”, yang Saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Karya ilmiah ini di susun oleh Saya dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri Saya maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya Karya ilmiah ini dapat terselesaikan.
semoga Karya Ilmiah Saya Dapat bermanfaat bagi Para Mahasiswa, Pelajar, Umum khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang membaca Karya Tulis Saya ini, dan mudah mudahan Juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca . Walaupun Karya Ilmiah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………… 1
DAFTAR ISI ………………………………………………… 2
BAB I PENDAHULUAN ………………………................
1.1 Latar Belakang ………………………………………… 3
1.2 Tujuan Penulisan ………………………………................ 3
1.3 Manfaat Penulisan ………………………………................ 4
1.4 Metode Penulisan ………………………………………… 4
BAB II PEMBAHASAN ………………………................
2.1 Pengertian Mahasiswa ………………………………… 4
2.2 Perbedaan Mahsiswa dan Bukan Mahasiswa ………… 5
2.3 Tipelogi Mahasiswa ………………………………… 5
2.4 Peran/Fungsi Mahasiswa ………………………………… 6
BAB III PENUTUP …………………………………………
3.1 Kesimpulan ………………………………………… 7
3.2 Saran ………………………………………………… 8
BAB IV DAFTAR PUSTAKA ………………………… 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mahasiswa didalam gerakannya dari satu dekade ke dekade berikutnya selalu memberikan kontribusi yang efektif dan efisien yaitu dari masa ORLA-ORBA sampai pada masa REFORMASI. Pilihan-pilihan gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa sangat fariatif, mulai dari diskusi sampai pada aksi masa di jalanan. Pilihan gerakan ini tidak terlepas dari kondisi obyektif yang terjadi pada masysrakat saat itu. Tidak mengherankan dan tidaklah terlalu berlebihan kalau dikatakan salah satu instrument didalam merubah dan membangun suatu daerah atau suatu bangsa sangat tergantung kepada mahasiswa. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap pilihan gerakan mahasiswa dari masa ke masa agar dapat menemukan formulasi gerakan mahasiswa dalam membangun daerah atau bangsa, sebab kondisi real yang terjadi yang terjadi di masyarakat saat ini selalu mencibir gerakan mahasiswa dengan manganggap gerakan mahasiswa selalu ditunggangi oleh kelompok tertentu alias tidak murni atau ada pula yang menganggap bahwa gerakan mahasiswa cenderung anarkis yang pada akhirnya masyarakat yang dirugikan. Umtuk menjawab problematika tersebut maka sebagai seorang mahasiswa harus memiliki kemampuan yang paripurna atau yang memiliki emosional question yang handal, emosional intelegensi yang memadai dan emosional spiritual question yang baik. Dengan memliki ketiga emosional tersebut maka secara perlahan mahasiswa dapat merubah image di masyarakat dalam rangka mengambil peran untuk membangun daerah maupun bangsa.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:
1.Tujuan Umum
Memperoleh gambaran pelaksanaan mahasiswa dalam pembangunan daerah
2.Tujuan Khusus
Agar mahasiswa lebih memahami dan mengetahui seberapa penting arti pembangunan daerah itu sendiri
1.3 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Menanamkan sikap keinginan mahasiswa untuk melakukan sebuah pembangunan
2. Merangsang aktifitas dan efisiensi dalam pelaksaan tugas.
3. Sebagai salah satu sarana untuk menyebarluaskan informasi pembangunan daerah bagi mahasiswa
4. Sebagai dasar dalam meningkatkan mutu mahasiswa untuk menghasilkan mahasiswa yang berkualitas.
1.4 Metode Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan penulis menggunakan metode Studi Kepustakaan,yaitu penulis melakukan browsing internet yang berkaitan dengan penelitian ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mahasiswa
Mahasiswa adalah kaum intelektual yang di dalam sejarah perjuangan daerah maupun bangsa selalu menjadi garda terdepan dalam membela dan memperjuangkan kepentingan masyarakat tanpa memandang suku , agama, bahasa, warna kulit, ini dapat terlihat dengan perjuangan para pemuda yang nota bene adalah kaum intelektual dalam merebut kemerdekaan maupun dengan melahirkan sebuah gerakan yang kita kenal dengan SUMPAH PEMUDA. Hal semacam ini patut kita jadikan contoh agar kedepan sebagai mahasiswa seharusnya dapat meletakan platform gerakannya dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan rih inklusivitas tanpa harus menggunakan semangat ortodoks yang pada akhirnya akan melahirkan pola pikir yang eksklusif.
2.2 Perbedaan Mahsiswa dan Bukan Mahasiswa
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai seorang mahasiswa yang selalu dikatakan sebagai kaum intelektual yaitu bahwa yang menjadi titik perbedaan mahasiswa dengan kaum yang bukan mahasiswa adalah sebagai berikut :
1. Cara berpikir
Cara berpikir mahasiswa tentunya sangatlah berbeda dengan kaum yang bukan mahasiswa, di dalam bukunya tentang gerakan mahasiswa A. malik haramain menjelaskan bahwa ada 3 ciri sikap mahasiswa yaitu :
• Skeptis yaitu meragukan akan sesuatu yang belum jelas dasar hukumnya.
• Tanggung jawab yaitu selalu amanah dalam memperjuangkan sesuatu.
• Rasional yaitu didalam melakukan sesuatu perbuatan selalu menggunakan akal sehat yang baik.
2. Cara bersikap atau bertindak
Di dalam bertindak mahasiswa tidak menggunakan metode “dagang” yaitu metode untung rugi, akan tetapi di dalam melakukan perjuangan mahasiswa selalu mengedepankan rasa kebersamaan, tegas dan lugas dalam memperjuangkan hak-hak rakyat tanpa harus di tunggangi oleh kepentingan politik praktis.
Kedua hal tersebut haruslah terpatri didalam hati mahasiswa dan selalu dijadikan pijakan didalam melakukan gerakan untuk sebuah perubahan. Sebab sangatlah ironis kalau pola piker dan cara bersikap mahasiswa sama dengan kaum yang tidak intelektual itu terjadi. Maka janganlah terlalu banyak berharap akan terjadi suatu perubahan dalam masyarakat.
2.3 Tipelogi Mahasiswa
Sebelum lebih jauh kita membahas tentang peran dan fungsi mahasiswa didalam membangun daerah terlebih dahulu kita akan mengetahui beberapa tipelogi mahasiswa sebagai acuan kita untuk menentukan pilihan strategis-taktis dalam memerankan diri kita ditengah-tengah masyarakat.
Dewasa ini terdapat beberapa tipologi mahasiswa yang sering kita jumpai baik itu dilingkungan kampus maupun di luar kampus anatar lain:
1. Tipe Karikatif yaitu mahasiswa yang hanya mementingkan kepentingan kampusnya saja artinya sebagai mahasiswa didalam benak pikirannya adalah bagaimana kuliahnya cepat selesai dengan IPK Cume lude sehingga bisa cepat menjadi PNS tanpa mengikuti aktivitas diluar kampus atau dengan kata lain Kampus OK Oraganisasi NO
2. Tipe Agitatif yaitu tipe mahasiswa yang hanya mementingkan kepentingan diluar kampus saja artinya kampus hanya sebagai labeluntuk mendapatkan gelar mahasiswa dan menganggap kampus tidak terlalu penting sebab di kampus tidak terlalu luas pergaulan dan ilmu yang diperoleh, maka lebih banyak konsen diluar kampus, baginya tidak penting IPK Cum elude asalkan mampu memegang tampu kekuasaan diluar kampus dan memiliki jaringan yang luas dengan kata lain Kampus NO Organisasi YES
3. Tipe Progresif yaitu tipe mahasiswa yang mampu menyeimbangkan antara kepentingan didalam kampus maupun diluar kampus artinya sebagai mahasiswa mampu menjembatani apa yang menjadi tuntutan akademik maupun apa yang menjadi respon diluar kampus, dengan kata lain Kampus OK organisasi OK
4. Tipe Opurtunis/Pragmatis yaitu tipe mahasiswa yang selalu menjadikam label mahasiswa untuk dijadikan alat kepentingan pribadinya, tipe ini tidak mementingkan prestasi akademik maupun non akademik, baginya bahwa tidak penting kampus dan organisasi hanya untuk menghabiskan waktu dan energi saja. Mereka lebih mementingkan penampilan yang nampak dari luar saja tanpa mementingkan inner beauty, dengan kata lain tipe ini menganggap Kampus NO Organisasi NO
2.4 Peran/Fungsi Mahasiswa
Untuk mengambil suatu peran dalam masyarakat bukanlah suatu hal yang mudah, sebab antara teori yang diperoleh dengan praktik di lapangan terkadang sangatlah jauh berbeda, oleh karena itu sebagai mahasiswa di dalam mengembangkan atau membangun suatu daerah atau suatu bangsa maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yaitu :
1. Faktor Geografis/Demografi yaitu letak geografis antara suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya sehingga di dalam melakukan mapping gerakan membangun daerah akan lebih mudah terjangkau.
2. Faktor Ekonomis yaitu tingkat kemapuan ekonomi masyarakat, sehingga secara cepat kita dapat menggunakan formulasi yang tepat dalam membangun daerah.
3. Faktor Pendidikan yaitu tingkat intelektul masyarakat, sehingga kita dapat dengan mudah menggunakan metode yang tepat.
4. Faktor budaya yaitu karakteristik suatu masyarakat yaitu ciri khas karakter yang dimiliki
5. Faktor Agama yaitu agama yang dianut
6. Faktor keamanan
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab II dapat disimpulkan bahwa:
1. Masih banyak mahasiswa dengan sikap dan pola pikir yang kurang mengerti dan mendalami arti pembangunan. Padahal mahasiswa sangat berperan penting dalam sebuah pembangunan
2. Masih banyak mahasiswa yang lebih disibukkan dengan kegiatan-kegiatan akademik mereka ketimbang peran dan aksi rill dalam masyarakat
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Adanya korespondensi antara hal-hal yang bersifat teoritis maupun yang bersifat praktis.
2. Mulailah membuka paradigma berpikir yang kritis, kreatif, inovatif untuk memaksimalkan peran serta generasi muda dalam pembangunan daerah.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
1.http://shirotsuya.multiply.com/journal/item/115/PERAN_MAHASISWA_DALAM_PEMBANGUNAN_DAERAH
2. http://mhs.stiki.ac.id/03113431/index.php?id=berita&pos=news&id_berita=B-005
3. http://anaksebatik.blogspot.com/2007/10/peran-pelajar-dan-mahasiswa-dalam.html
4. http://adynz-silalahi.blogspot.com/2011/06/peran-mahasiswa-dalam-membangun-daerah.html
Peranan Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah
Tugas Bahasa Indonesia
Disusun Oleh :
Nama : Jefry Andica
Kelas : 3EB17
NPM : 26209538
Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi
Universitas Gunadarma
2011
Kata Pengantar
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Karya Ilmiah Bahasa Indonesia ini.
Karya Ilmiah Ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Peranan Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah”, yang Saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Karya ilmiah ini di susun oleh Saya dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri Saya maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya Karya ilmiah ini dapat terselesaikan.
semoga Karya Ilmiah Saya Dapat bermanfaat bagi Para Mahasiswa, Pelajar, Umum khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang membaca Karya Tulis Saya ini, dan mudah mudahan Juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca . Walaupun Karya Ilmiah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………… 1
DAFTAR ISI ………………………………………………… 2
BAB I PENDAHULUAN ………………………................
1.1 Latar Belakang ………………………………………… 3
1.2 Tujuan Penulisan ………………………………................ 3
1.3 Manfaat Penulisan ………………………………................ 4
1.4 Metode Penulisan ………………………………………… 4
BAB II PEMBAHASAN ………………………................
2.1 Pengertian Mahasiswa ………………………………… 4
2.2 Perbedaan Mahsiswa dan Bukan Mahasiswa ………… 5
2.3 Tipelogi Mahasiswa ………………………………… 5
2.4 Peran/Fungsi Mahasiswa ………………………………… 6
BAB III PENUTUP …………………………………………
3.1 Kesimpulan ………………………………………… 7
3.2 Saran ………………………………………………… 8
BAB IV DAFTAR PUSTAKA ………………………… 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mahasiswa didalam gerakannya dari satu dekade ke dekade berikutnya selalu memberikan kontribusi yang efektif dan efisien yaitu dari masa ORLA-ORBA sampai pada masa REFORMASI. Pilihan-pilihan gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa sangat fariatif, mulai dari diskusi sampai pada aksi masa di jalanan. Pilihan gerakan ini tidak terlepas dari kondisi obyektif yang terjadi pada masysrakat saat itu. Tidak mengherankan dan tidaklah terlalu berlebihan kalau dikatakan salah satu instrument didalam merubah dan membangun suatu daerah atau suatu bangsa sangat tergantung kepada mahasiswa. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap pilihan gerakan mahasiswa dari masa ke masa agar dapat menemukan formulasi gerakan mahasiswa dalam membangun daerah atau bangsa, sebab kondisi real yang terjadi yang terjadi di masyarakat saat ini selalu mencibir gerakan mahasiswa dengan manganggap gerakan mahasiswa selalu ditunggangi oleh kelompok tertentu alias tidak murni atau ada pula yang menganggap bahwa gerakan mahasiswa cenderung anarkis yang pada akhirnya masyarakat yang dirugikan. Umtuk menjawab problematika tersebut maka sebagai seorang mahasiswa harus memiliki kemampuan yang paripurna atau yang memiliki emosional question yang handal, emosional intelegensi yang memadai dan emosional spiritual question yang baik. Dengan memliki ketiga emosional tersebut maka secara perlahan mahasiswa dapat merubah image di masyarakat dalam rangka mengambil peran untuk membangun daerah maupun bangsa.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:
1.Tujuan Umum
Memperoleh gambaran pelaksanaan mahasiswa dalam pembangunan daerah
2.Tujuan Khusus
Agar mahasiswa lebih memahami dan mengetahui seberapa penting arti pembangunan daerah itu sendiri
1.3 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Menanamkan sikap keinginan mahasiswa untuk melakukan sebuah pembangunan
2. Merangsang aktifitas dan efisiensi dalam pelaksaan tugas.
3. Sebagai salah satu sarana untuk menyebarluaskan informasi pembangunan daerah bagi mahasiswa
4. Sebagai dasar dalam meningkatkan mutu mahasiswa untuk menghasilkan mahasiswa yang berkualitas.
1.4 Metode Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan penulis menggunakan metode Studi Kepustakaan,yaitu penulis melakukan browsing internet yang berkaitan dengan penelitian ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mahasiswa
Mahasiswa adalah kaum intelektual yang di dalam sejarah perjuangan daerah maupun bangsa selalu menjadi garda terdepan dalam membela dan memperjuangkan kepentingan masyarakat tanpa memandang suku , agama, bahasa, warna kulit, ini dapat terlihat dengan perjuangan para pemuda yang nota bene adalah kaum intelektual dalam merebut kemerdekaan maupun dengan melahirkan sebuah gerakan yang kita kenal dengan SUMPAH PEMUDA. Hal semacam ini patut kita jadikan contoh agar kedepan sebagai mahasiswa seharusnya dapat meletakan platform gerakannya dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan rih inklusivitas tanpa harus menggunakan semangat ortodoks yang pada akhirnya akan melahirkan pola pikir yang eksklusif.
2.2 Perbedaan Mahsiswa dan Bukan Mahasiswa
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai seorang mahasiswa yang selalu dikatakan sebagai kaum intelektual yaitu bahwa yang menjadi titik perbedaan mahasiswa dengan kaum yang bukan mahasiswa adalah sebagai berikut :
1. Cara berpikir
Cara berpikir mahasiswa tentunya sangatlah berbeda dengan kaum yang bukan mahasiswa, di dalam bukunya tentang gerakan mahasiswa A. malik haramain menjelaskan bahwa ada 3 ciri sikap mahasiswa yaitu :
• Skeptis yaitu meragukan akan sesuatu yang belum jelas dasar hukumnya.
• Tanggung jawab yaitu selalu amanah dalam memperjuangkan sesuatu.
• Rasional yaitu didalam melakukan sesuatu perbuatan selalu menggunakan akal sehat yang baik.
2. Cara bersikap atau bertindak
Di dalam bertindak mahasiswa tidak menggunakan metode “dagang” yaitu metode untung rugi, akan tetapi di dalam melakukan perjuangan mahasiswa selalu mengedepankan rasa kebersamaan, tegas dan lugas dalam memperjuangkan hak-hak rakyat tanpa harus di tunggangi oleh kepentingan politik praktis.
Kedua hal tersebut haruslah terpatri didalam hati mahasiswa dan selalu dijadikan pijakan didalam melakukan gerakan untuk sebuah perubahan. Sebab sangatlah ironis kalau pola piker dan cara bersikap mahasiswa sama dengan kaum yang tidak intelektual itu terjadi. Maka janganlah terlalu banyak berharap akan terjadi suatu perubahan dalam masyarakat.
2.3 Tipelogi Mahasiswa
Sebelum lebih jauh kita membahas tentang peran dan fungsi mahasiswa didalam membangun daerah terlebih dahulu kita akan mengetahui beberapa tipelogi mahasiswa sebagai acuan kita untuk menentukan pilihan strategis-taktis dalam memerankan diri kita ditengah-tengah masyarakat.
Dewasa ini terdapat beberapa tipologi mahasiswa yang sering kita jumpai baik itu dilingkungan kampus maupun di luar kampus anatar lain:
1. Tipe Karikatif yaitu mahasiswa yang hanya mementingkan kepentingan kampusnya saja artinya sebagai mahasiswa didalam benak pikirannya adalah bagaimana kuliahnya cepat selesai dengan IPK Cume lude sehingga bisa cepat menjadi PNS tanpa mengikuti aktivitas diluar kampus atau dengan kata lain Kampus OK Oraganisasi NO
2. Tipe Agitatif yaitu tipe mahasiswa yang hanya mementingkan kepentingan diluar kampus saja artinya kampus hanya sebagai labeluntuk mendapatkan gelar mahasiswa dan menganggap kampus tidak terlalu penting sebab di kampus tidak terlalu luas pergaulan dan ilmu yang diperoleh, maka lebih banyak konsen diluar kampus, baginya tidak penting IPK Cum elude asalkan mampu memegang tampu kekuasaan diluar kampus dan memiliki jaringan yang luas dengan kata lain Kampus NO Organisasi YES
3. Tipe Progresif yaitu tipe mahasiswa yang mampu menyeimbangkan antara kepentingan didalam kampus maupun diluar kampus artinya sebagai mahasiswa mampu menjembatani apa yang menjadi tuntutan akademik maupun apa yang menjadi respon diluar kampus, dengan kata lain Kampus OK organisasi OK
4. Tipe Opurtunis/Pragmatis yaitu tipe mahasiswa yang selalu menjadikam label mahasiswa untuk dijadikan alat kepentingan pribadinya, tipe ini tidak mementingkan prestasi akademik maupun non akademik, baginya bahwa tidak penting kampus dan organisasi hanya untuk menghabiskan waktu dan energi saja. Mereka lebih mementingkan penampilan yang nampak dari luar saja tanpa mementingkan inner beauty, dengan kata lain tipe ini menganggap Kampus NO Organisasi NO
2.4 Peran/Fungsi Mahasiswa
Untuk mengambil suatu peran dalam masyarakat bukanlah suatu hal yang mudah, sebab antara teori yang diperoleh dengan praktik di lapangan terkadang sangatlah jauh berbeda, oleh karena itu sebagai mahasiswa di dalam mengembangkan atau membangun suatu daerah atau suatu bangsa maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yaitu :
1. Faktor Geografis/Demografi yaitu letak geografis antara suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya sehingga di dalam melakukan mapping gerakan membangun daerah akan lebih mudah terjangkau.
2. Faktor Ekonomis yaitu tingkat kemapuan ekonomi masyarakat, sehingga secara cepat kita dapat menggunakan formulasi yang tepat dalam membangun daerah.
3. Faktor Pendidikan yaitu tingkat intelektul masyarakat, sehingga kita dapat dengan mudah menggunakan metode yang tepat.
4. Faktor budaya yaitu karakteristik suatu masyarakat yaitu ciri khas karakter yang dimiliki
5. Faktor Agama yaitu agama yang dianut
6. Faktor keamanan
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab II dapat disimpulkan bahwa:
1. Masih banyak mahasiswa dengan sikap dan pola pikir yang kurang mengerti dan mendalami arti pembangunan. Padahal mahasiswa sangat berperan penting dalam sebuah pembangunan
2. Masih banyak mahasiswa yang lebih disibukkan dengan kegiatan-kegiatan akademik mereka ketimbang peran dan aksi rill dalam masyarakat
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Adanya korespondensi antara hal-hal yang bersifat teoritis maupun yang bersifat praktis.
2. Mulailah membuka paradigma berpikir yang kritis, kreatif, inovatif untuk memaksimalkan peran serta generasi muda dalam pembangunan daerah.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
1.http://shirotsuya.multiply.com/journal/item/115/PERAN_MAHASISWA_DALAM_PEMBANGUNAN_DAERAH
2. http://mhs.stiki.ac.id/03113431/index.php?id=berita&pos=news&id_berita=B-005
3. http://anaksebatik.blogspot.com/2007/10/peran-pelajar-dan-mahasiswa-dalam.html
4. http://adynz-silalahi.blogspot.com/2011/06/peran-mahasiswa-dalam-membangun-daerah.html
Langganan:
Komentar (Atom)